Puma yang beridiri sejak tahun 1948 ini bisa dikatakan muncul akibat perselisihan. Pada awalnya sang pendiri Rudolf Dassler merintis bisnis dalam pembuatan sepatu bersama sang adik Adolf “Adi” Dassler di kota Herzogenaurach Mittelfranken Bayern Jerman.
Gebruder Dassler Schuhfabrik mereka pilih sebagai nama perusahaan di tahun 1924 yang memfokuskan pada pembuatan sandal dan sepatu. Kekompakan kedua bersaudara ini terlihat ketika pembagian posisi yang mereka lakukan, di mana Rudolf memiliki tugas untuk menjalankan bisnisnya dan Adolf memiliki kewajiban untuk menangani produksi dan operasi.
Namun seiring berjalannya usaha yang mereka tangani, sang kakak beradik ini pun menyadari bahwa pasar sepatu mereka kurang menjanjikan dan akhirnya mereka beralih ke pembuatan sepatu lari dan sepatu sepak bola yang ketika itu pasarnya sedang menjanjikan.
Sifat sang kakak yang energik, tepat dan ambisius akhirnya membawa keberuntung bagi perusahaan mereka yang mendapatkan klien besar pertamanya, yaitu klub olahraga di Herzogenaurach, yang memesan tidak kurang dari 10.000 pasang sepatu atletik di tahun 1925.
Tidak hanya itu, perusahaan yang mereka bangun pun terus mendapatkan pesanan yang luar biasa, separuh dari atlit di Olimpiade Amsterdam tahun 1928 menggunakan sepatu Dassler, dan di tahun 1936 pelari Jesse Owens juga turut memiliki peran penting dalam memperkenalkan perusahaan tersebut yang berhasil mencuri perhatian dunia melalui kemenang 4 medali emas di Olimpiade Berlin yang ia raih dengan menggunakan sepatu Dassler.
Sayangnya keberuntungan dan kesuksesan yang mereka dapatkan itu disertai dengan pertengkaran kakak beradik ini. Tidak ada yang mengetahui secara pasti awal mula terjadinya pertengkaran mereka.
Beberapa rumor pun mengatakan bahwa keduanya berselisih akibat kesalah pahaman, dan ada juga yang mengatakan Rudolf yang sempat menjadi tawanan perang Amerika marah karena sang adik tidak menjemputnya dari tahanan, kemudian sang sopir Adolf mengatakan bahwa ada permaianan yang dilakukan antara Rudolf dengan istri Adolf sang adik.
kabar ketidakharmonisan Rudolf dan Adolf topik yang hot banget di kota asal mereka Herzogenaurach. Semenjak kejadian itu mereka pun memutuskan untuk membentuk sebuah perusahaan masing-masing, Adolf dengan Adidas dan Rudolf dengan Puma.
Tanpa bantuan sang adik, Puma pun berhasil menjadi perusahaan besar di bidang olah raga. Terbukti dengan banyaknya atlit kelas dunia di cabang lari dan sepakbola mengakui tentang keberadaan perusahan tersebut. Puncaknya, pada pertandingan sepakbola antarnegara pertama sejak setelah perang dunia ke 2 beberapa pemain Jerman memakai sepatu Puma “Atom”.
pele puma
Bahkan pemain sepakbola legendaris sekelas Pele sangat melekat dengan sepatu ini yang selalu memfavoritkan sepatu Puma. Dan untuk yang paling baru, mereka berhasil meraih kepupolerwan lebih besar seiring kesuksesan yang diraih oleh Usain Bolt, pelari asal Jamaika yang berhasil meraih beberapa gelar dalam pagelaran olahraga yang ia ikuti.
Di tahun 1960, Puma terus mengembangkan produknya dengan memperkenalkan teknologi baru untuk sepatu sepakbola, yang menggunakan proses vulkanisir untuk menyatukan bagian atas dengan sol sepatu. Selain itu mereka juga melakukan inovasi di lini sepatu lari yang mempunyai bentuk unik dan berdasarkan penelitian medis, bagian solnya mampu mendukung gerakan alami kaki. Hingga akhirnya Puma mendapat gelar sebagai perusahaan sepatu atletik pertama yang menyediakan sepatu dengan sabuk velcro.
Meskipun image sportwear sangat melekat, Puma tetap menghadirkan beberapa produk unggulan untuk memenuhi gaya hidup anak muda. Terbukti dengan beberapa sepatu yang menjadi favorit anak muda seperti Puma Suede dan series kolaborasi yang mereka lakukan dengan beberapa label kenamaan.
SELENGKAPNYA >>> PUMA THUNDER SPECTA BLACK MULTI

Comments
Post a Comment